Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Soshum

Tema Perempuan Berdaya Pada Bacaan Anak, Apakah Perlu?

 Women are the real architects of society. (Harriet B. Stowe) Belakangan banyak sekali berita berseliweran di media massa dan media sosial tentang kekerasan terhadap perempuan. Di Indonesia sendiri permasalahan yang dihadapi perempuan, baik dewasa maupun remaja dan anak-anak, sangat banyak. Ketimpangan dan sterotip gender, kesenjangan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan adalah sedikit dari sekian banyak masalah yang dihadapi perempuan sehari-hari.  Sayangnya memang banyak orang masih menormalisasi kondisi yang dihadapi perempuan ini. Bahkan perempuan sendiri terpaksa memilih untuk bungkam ketika mengalaminya dengan berbagai alasan. Padahal seperti yang disebutkan oleh Harriet Beecher Stowe, perempuan adalah arsitek masyarakat yang sesungguhnya. Peran perempuan seringkali dipandang sebelah mata padahal kontribusinya di ranah domestik saja tidak tergantikan. Perempuan memang lebih banyak dipandang sebagai sosok yang lekat dengan pengasuhan tanpa memiliki peran lain di masyarakat....

Selain Alexandria, Ini 5 Perpustakaan Tertua Di Dunia

 Libraries raised me. (Ray Bradbury) Cepatnya evolusi di bidang teknologi, membuat kita mempunyai akses terhadap literatur lebih luas. Buku-buku fisik tidak hanya menjadi satu-satunya sumber keilmuan dan rujukan. Buku digital juga mendapat pamornya di antara para pembaca yang menginginkan kepraktisan dan efisiensi waktu mebaca. Untuk membaca soal buku digital, bisa lanjut di sini ya. Tidak aneh dong ya para pembaca baik buku fisik atau buku digital pasti mempunayi koleksi buku di perpustakaan pribadinya. Nah, bicara soal perpustakaan. Selama ini kita pasti sering mendengar perpustakaan tertua dalam peradaban manusia adalah Perpustakaan Alexandria di Mesir. Konon perpustakaan ini dibangun oleh Ptolemaios I pada abad ke-3 SM. Sayangnya perpustakaan ini hancur akibat kebakaran dan konflik. Selain Perpustakaan Alexandria, ada lagi loh perpustakaan tertua di dunia dan masih bertahan sampai sekarang. Ada yang tahu perpustakaan lainnya? Kalau belum, yuk kita bahas satu per satu di sini ya...

Semalam #DebatCapres Lagi. Tapi, Tahukah Kamu Sejarah Debat Di Dunia?

  There are two sides to every question. (Protagoras) Sempat menyimak debat calon presiden (Capres) ke-3 semalam? Tema debat semalam memang cukup ramai karena berkaitan dengan kondisi riil sekarang ya. Peperangan di dunia, potensi peperangan di Laut Cina Selatan, ketahanan dan pertahanan nasional juga banyak lagi disebut ketiga capres dalam penyampaian visi misi dan tanya jawab. Debat Capres ke-3 (Tangkapan layar via Youtube tempo.co) Sejak Debat Calon Presiden 2024 dilaksanakan pertama kali pada 12 Desember 2023, antusiasme dan animo masyarakat terhadap debat semakin meningkat. Mereka menganggap debat kali ini memiliki nuansa atau keunikan tersendiri. Sebenarnya debat sendiri bukan barang baru di dunia politik.  Kita bisa menelusurinya hingga era Yunani Kuno di sebuah pusat diskusi bernama Agora dan sampai sekarang masih dikenal istilah "Agora Debate". Cari tahu lebih lanjut yuk. Sejarah Awal Debat Banyak naskah sejarah menyebut bahwa abad ke-5 SM adalah era paling penting d...

Masih Perlukah Resolusi di Awal Tahun Baru?

Disunting menggunakan Canva   Bagaimana rasanya tahun sudah berganti hanya dalam sekejap mata? 365 hari di tahun 2023 kemarin sudah berhasil kita lalui dengan berbagai kisah, suka dan duka. Banyak hal yang menyenangkan sekaligus mengecewakan. Kenangan baik dan kenangan buruk menjadi pengalaman dan pelajaran untuk kemudian kita melangkah kembali di tahun ini. Rasanya memang berat melangkah ketika setengah dari jiwa kita masih ingin tetap di masa lalu. Namun, wakt uterus berjalan dan dunia terus berputar. Lalu bagaimana dengan resolusi yang kita buat di tahun lalu? Dari sekian banyak bucket list yang kita buat, semoga sbagian besar sudah kita lakukan atau capai. Beberapa yang belum, kita masih ada waktu untuk melakukannya kali ini. Jadi masih perlukah kita membuat resolusi tahun baru untuk tahun ini? Sebenarnya membuat resolusi tahun baru punya beberapa manfaat, hanya saja kita membuatnya terlalu ideal atau bersikap sangat perfeksionis. Alhasil, sulit untuk kita melakukannya satu per...

Memilih Menjadi Blogger, Kenapa Tidak?

Dorongan untuk menjadi penulis, khususnya blogging, sebenarnya sudah ada sejak 2006. Tentunya ada semangat yang menggebu-gebu di awal-awal menulis di blog, tetapi seiring kegiatan yang mulai padat rasanya kewalahan untuk menulis. 2008 sepertinya tahun terakhir aku menulis di blog tersebut. Akhirnya, blog pertama itu menghilang entah kemana bersamaan dengan tidak aktifnya alamat surat elektronik yang kupakai. Beberapa tahun kemudian, 2013, aku mulai membuat lagi akun blog kedua. Tujuannya adalah melatih kembali kemampuanku dalam menulis populer. Menulis sebuah gagasan dengan gaya santai, ringan dan mengalir adalah salah satu keterampilan yang perlu terus kulatih. Meski terkesan klise, menulis menjadi sebuah keharusan sekaligus kebutuhan untuk mencurahkan keriuhan di kepala. Namun, sayangnya blog ini pun terpaksa harus hiatus karena kesibukan di kampus yang makin hari makin padat. Fokus menulisku kembali ke gaya formal dan sangat ilmiah sesuai bidang ilmu yang kugeluti.  Sesekali aku...

Bercita-cita Menjadi Guru Seperti Edo

Foto: letsreadasia.org Edo tinggal di salah satu kampung di Papua Barat. Dia beruntung bisa bersekolah dan kedua orangtuanya bermatapencaharian sebagai petani coklat juga pedagang sayuran. Berbeda dengan Tinus, teman Edo, yang tidak bisa bersekolah. Kampung tempat Tinus tinggal memang memiliki sebuah sekolah, tetapi tidak ada guru yang mengajar. Mama Edo menyebutkan tidak ada guru yang betah tinggal di kampung Tinus.  Bapak Edo bercerita kampung Tinus itu jauh, tidak ada jalan raya dan semua orang harus melewati hutan. Bagi Edo, tidak ada guru membuat anak-anak tidak bisa belajar dan pintar. Dia lalu bertekad untuk menjadi seorang guru untuk mengajar anak-anak. Kedua orang tuanya sangat bangga dengan cita-cita Edo dan berjanji sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Kisah Edo ini adalah salah satu cerita yang diterbitkan oleh UNICEF dan berjudul Edo Ingin Menjadi Guru. Sebuah kisah karya Rafri Kirihio yang memberikan gambaran tentang kondisi masyarakat di Indonesia bagian T...

Demi Kearifan Lokal, Baduy Dalam Meminta Penghapusan Sinyal

Fenomena kaum urban adalah selalu menginginkan segala sesuatunya berjalan dengan cepat dan mudah. Teknologi yang makin canggih menuntut perangkat pendukung yang juga dapat berfungsi optimal. Antusiasme mereka begitu tinggi mengetahui adanya peningkatan kualitas jaringan menjadi 5G. Dengan sinyal kuat, mobilitas mereka akan bergerak lebih cepat dan efisien. Begitu memang ekspetasinya dari keberadaan teknologi informasi dan komunikasi. Sayangnya seperti sebuah pedang bermata dua, perkembangan teknologi ini pun dapat membawa dampak buruk. Mulai dari kesenjangan sosial sampai hilangnya tradisi dan kearifan lokal masyarakat. Indonesia dengan kurang lebih 360 suku bangsa memiliki budaya, tradisi dan kearifan lokal tersendiri yang membuatnya sangat unik. Indonesia juga menjadi negara kedua setelah Papua Nugini dalam jumlah bahasa yang ada, yaitu 720 bahasa. Keragaman budaya dan bahasa ini bisa musnah dengan adanya bombardir informasi dan teknologi yang terus-menerus. Langkah nyata yang perlu ...

Integritas Akademik, Masih Adakah?

Foto: Grup Ikatan Dosen Indonesia  Sejak lama para akademisi dikejar oleh tuntutan untuk menerbitkan artikel yang dipublikasikan di jurnal terakreditasi dan tereputasi. Mereka dituntut untuk produktif menulis tanpa melalaikan tugas utamanya sebagai pendidik. Selain itu, mereka pun beramai-ramai harus segera mengurus jabatan fungsional yang menyangkut hajat hidupnya. Ditambah lagi, ada banyak tuntutan administrasi yang perlu dipenuhi tidak hanya di setiap semesternya melainkan juga setiap hari. Pandemi Covid-19 kemarin seharusnya memudahkan mereka untuk bisa bekerja dengan baik tanpa ada administrasi harian. Namun, banyak rekan yang mengeluhkan pekerjaan mereka bertambah banyak dan panjang alurnya. Belum lagi mereka harus menggunakan begitu banyak aplikasi mulai dari Sister, Sinta, Google Scholar, Bima dan lainnya. Kabar yang kudapat, mereka harus mengisi setidaknya 10-50 jenis aplikasi berbeda. Padahal sepengatahuanku dulu, semua itu seharusnya dimaksudkan untuk mengint...

Ayah, Atasi Fatherless dengan Bermain Yuk

Foto: let's read Indonesia Gawat! Indonesia ada di peringkat ketiga Fatherless Country. Beberapa bulan lalu media mainstream dan media sosial mengangkat tajuk ini. Hampir di semua laman, headline-nya menyebutkan hal yang sama. Fatherless Country .  Begitu banyak berita menyampaikan soal peringkat Indonesia ini tidak satupun menjelaskan siapa pemberi peringkat ini. Saya malah jadi sangat penasaran dengan negara mana yang menjadi peringkat nomor satunya. Sekian lama mencari informasi secara daring, bahkan di portal berita internasional pun, hasilnya nihil. Sumbernya tidak jelas. Sampai lah saya membaca CNN Indonesia yang memuat tajuk Fatherless, Ketika Ayah 'Tak Hadir' di Kehidupan Anak pada 1 April 2021. Indonesia sendiri disebut menempati urutan ketiga di dunia sebagai negara dengan anak-anak tanpa ayah ( fatherless country ) terbanyak. Namun demikian, masih belum jelas penelitian mana yang menyimpulkan hal tersebut. Ketika Indonesia memang diklaim berada di...

Toko Curah, Belanja yang Nol Sampah

Foto: Toko Organis YPBB Bandung  Siapa yang masih ingat ketika dulu diminta Ibu untuk membeli minyak goreng atau minyak tanah sambil membawa jerigen? Atau belanja rempah-rempah lalu dibungkus dengan kertas bekas dan daging atau sayuran dibungkus daun pisang atau talas. Beberapa atau banyak dari kita mungkin pernah mengalami ini sampai akhir tahun 1990an. Perlahan cara berbelanja seperti ini digantikan oleh kemasan plastik, dan minyak tanah diganti gas. Warung dan pasar tradisional mulai menggunakan kemasan plastik secara masif. Gaya hidup serba praktis mengubah cara kita berjual beli, kita tidak lagi membawa kantong belanja sendiri ketika ke pasar. Apalagi ketika mall, supermarket dan minimarket dibangun sampai ke pelosok. Namun dengan maraknya isu lingkungan akibat sampah, gaya hidup nol sampah pun mulai dikenal.  Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan bahwa Indonesia menghasilka...

CFD Dago Akhirnya Hari Ini Dibuka Kembali!

Foto: Dokumentasi pribadi  Pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu memaksa semua aktivitas masyarakat berhenti. Salah satu yang terdampak adalah pelaksanaan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Berkendaraan Motor.  CFD ini sebenarnya sebuah kegiatan yang dilakukan pertama kali oleh negara Belanda dan Belgia pada tahun 1956. Mereka menamainya Car Free Sundays . Negara-negara Eropa kemudian segera mengikuti kegiatan ini di tahun 1990an dengan menamainya Car Free Day . Indonesia pun ikut mengadakan kegiatan ini dengan DKI Jakarta sebagai pelopor di tahun 2007. Pemkot DKI kala itu masih menjadikannya acara tahunan saja. Pelaksanaannya dilakukan di sepanjang jalan M.H. Thamrin dan Kawasan Kota Tua. Di Bandung, CFD kegiatan ini diuji coba dan diikuti oleh komunitas B2W ( Bike To Work ) Bandung pada tahun 2009. Berikutnya kegiatan CFD ini diujicobakan kembali pada 25 April 2010, sedangkan launching -nya secara resmi dilakukan pada 4 Mei 2010. Kawasan Ir. Juanda dari Jalan Daya...

Beralih ke Popok Kain? Yuk Cari Tahu Alasannya

Foto: zerowaste.id Ketika membawa bayiku pulang dua tahun lalu, perawat di rumah bayi meminta aku dan suami menyiapkan pakaian dan popok. Sebagai orang tua baru, kami tidak memiliki pengetahuan sama sekali tentang seperti apa popok yang diperlukan. Perawat bayi kami menyarankan untuk membeli popok khusus Newborn . Satu pak popok newborn isi 40 ternyata harganya cukup mahal, sekitar Rp 60-75 ribu. Dalam satu hari, si bayi harus mengganti popok sebanyak 5-6 kali. Artinya, dalam satu bulan saja lebih kurangnya sekitar 150 limbah popok sekali pakai (pospak). Dana yang dikeluarkan untuk popok saja mencapai Rp.4,5 juta setiap tahunnya. Menurutku ini adalah masalah yang perlu diatasi segera. Hal yang paling menggangguku setelah itu adalah jumlah limbah popok juga cara penanganannya. Beberapa bulan berikutnya jumlah limbah popok setiap bulan berkurang secara signifikan karena aku putuskan untuk menggunakan popok kain di pagi hingga sore hari. Popok sekali pakai hanya dipakai ketik...

Kemasan Sachet, Si Nikmat Membawa Sengsara

Foto: theguardian.com "Engga tau kenapa ya, kalau beli sachetan sampo, sabun, pewangi dan pelembut ko irit. Pake yang refill-an malah boros banget." "Murahan beli yang sachet." "Enggak ada yang jual ukuran gede jadi ya sachetan aja." "Praktis pake sachet tuh, tinggal srat sret." Kira-kira seperti itulah obrolan yang sempat aku simak dalam kolom komentar di salah satu aplikasi online. Mereka intinya sepakat bahwa kemasan sachet sangat membantu dan memudahkan. Dengan hitung-hitungan ala mereka, membeli serenceng sampo berisi 12 sachet berukuran kecil malah cukup untuk tiga minggu bahkan satu bulan. Satu renceng atau sepuluh sachet susu full cream ukuran 26 gram dibanderol Rp.32.000, sedangkan susu yang berukuran 195 gram dibanderol Rp.30.800. Meski berbeda sekitar Rp.1.200, banyak orang lebih memilih rencengan karena mereka merasa lebih bisa mengaturnya dengan cara membagi untuk dua kali minum.  Ironisnya, justru kemasan sachet lah y...

Warna Favoritmu Pengaruhi Kesehatanmu!

Sumber: Freepik.com Siapa yang masih ingat sebutan cewek kue, cewek mamba, dan cewek bumi? Sebutan ini menjadi viral di masyarakat, khususnya anak-anak muda, melalui aplikasi TikTok yang menyoroti gaya berpakaian tertentu. Trend yang muncul di tahun lalu ini mengategorikan pilihan warna seseorang menjadi tiga tipe tadi. Perempuan yang gemar memakai pakaian dan aksesoris terang, cerah, mencolok dan berwarna-warni. Padu padan ini mencuri perhatian karena meniru tampilan kue yang menarik itu sebabnya disebut cewek kue. Warna yang biasa dipilih adalah kuning, merah, ungu, atau warna-warna neon. Mereka yang memilih pakaian dan aksesoris serba hitam kapanpun dan dimanapun biasa disebut cewek mamba. Sebutan ini meniru nama seekor ular yaitu Black Mamba . Itu sebabnya para cewek mamba cenderung memilih gaya edgy atau street style . Berbeda dengan kedua tipe di atas, sebutan cewek bumi adalah mereka yang memilih warna-warna tenang dan membumi seperti pastel atau gradasi warna...