Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ODOP

Review Momi Homi Menstrual Cup. Murah, Aman dan Berkualitas

Foto: Dok. Pribadi Momi Homi Menstrual Cup  Sudah berjalan tiga tahun nih rupanya saya pakai Momi Homi Menstrual Cup . Akhirnya bebas dari pembalut biasa yang tidak cuma boros tetapi juga bisa menimbulkan masalah kesehatan dan limbahnya merusak lingkungan. Buat kalian yang mau mencoba gaya hidup zero waste alias nol sampah, sangat bisa memilih Momi Homi Menstrual Cup ini. Review ini murni berdasarkan pengalaman saya yang beralih dari pembalut biasa ke pembalut kain juga celana menstruasi ya. Banyak merek yang menawarkan menstrual cup ini, tetapi saya menjatuhkan pilihan ke si biru dari Momi Homi. Siapa Momi Homi? Momi Homi Menstrual Cup ini diproduksi oleh Momi Homi sendiri sejak 2019. Jenama ini dikenal sebagai penyedia perlengkapan ibu dan bayi yang tidak cuma praktis, aman tetapi juga terjangkau.  Segala pernak-pernik kebutuhan ibu hamil dan menyusui juga bayi dan balita tersedia lengkap. Satu hal menarik dari jenama ini adalah filosofi nama Momi Homi itu loh. Momi Homi ...

ODOP Blogger Squad, Squad Seru Para Blogger

Foto: Canva ODOP Blogger Squad (OBS), namanya keren ya? Selain namanya keren, salah satu kelas untuk para anggota komunitas ODOP ini juga punya materi yang daging sekali. Jadi, setelah para calon anggota komunitas ODOP ini dinyatakan lulus dari kelas Open Recruitment (OPREC) 2023 , mereka akan diberi kesempatan untuk bergabung di beberapa kelas sesuai minat. Salah satunya ya OBS ini yang membantu para anggota komunitas untuk mengoptimalkan pengelolaan laman blognya. Kalaulah kelas OPREC berlangsung selama lebih kurang enam pekan, kelas OBS bisa berlangsung lebih lama. Artinya para calon anggota yang dinyatakan lulus harus menyiapkan stamina yang lebih daripada sebelumnya. Menjadi blogger bersama ODOP Blogger Squad  Siapakah ODOP Blogger Squad ? Kalau dilihat dari segi nama, OBS ini adalah sebuah tim yang berisikan para blogger lulusan ODOP. Dengan panduan dari seorang penanggung jawab, para tim membantu anggota baru ataupun lama ketika mengikuti kelasnya. Kelas ini hanya dibuk...

Blogging: Niche dan Passion

Foto: Canva  "Duh apa ya topik dan tema blognya?" Pertanyaan ini terus saja muncul setiap kali membuka laman blog. Seharusnya menulis ya menulis saja, batinku juga. Namun, asal menulis juga sepertinya tidak baik. Sebenarnya memang sejak lama saya ingin fokus menulis tentang literasi, pendidikan dan apapun tentang human interest. Terpikirkan juga untuk membuat fokus itu menjadi niche dari blog pribadiku. Namun sesungguhnya apa niche itu dan kenapa penting akan saya coba ulas.  Evolusi Makna Niche Selama ini saya memang sudah lama mendengar dan membaca beragam definisi dari kata niche. Kebanyakan memang berbicara secara umum bahwa niche terkait dengan topik yang diminati dan dapat memiliki nilai ekonomis. Namun, rasanya ada yang kurang ketika kata itu sering digunakan tanpa mengetahui akar kata, atau sejarah kemunculan katanya. Rasa penasaran itu berujung pada sebuah artikel yang menyebutkan bahwa istilah niche semula digunakan di bidang ekologi dan penemunya bern...

Berbagi Ilmu, Berpenghasilan Kemudian

Foto: Dokumentasi Pribadi Awal tahun ini sempat ada keriuhan di dunia maya tentang umur blog di 2023. Kebanyakan orang menduga dengan dinamika dunia maya yang sangat cepat, bahkan cenderung di luar dugaan, blogging akan segera mati. Dugaan ini bisa jadi disebabkan kecenderungan orang-orang untuk mendapatkan informasi melalui media sosial,video atau siniar. Namun banyak pihak juga yang meragukan bahkan menolak anggapan ini, salah satunya seperti yang ditulis oleh Martina Bretous. Pendek kata, dia mewawancarai sepuluh orang pakar di bidang marketing yang semuanya sepakat tentang satu hal. Meski blogging mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, penggunaannya masih sangat efektif atau setidaknya berdampak pada citra suatu layanan atau produk. Dengan begitu dalam dunia marketing, blogging masih diperlukan untuk penjelasan naratif tentang suatu layanan atau produk yang ditawarkan. Lalu, sebagai seorang pengguna biasa, apakah blogging masih penting bahkan berdampak terhadap diri d...

Membuat Kenangan Di Museum Geologi

Foto: Dokumentasi Pribadi Dua hari lalu adalah H-2 kepergian kami dari tanah kelahiran menuju tanah rantau, untuk bersama dengan suami/ayah di Kalimantan. Segala jenis emosi muncul bergantian kami rasakan. Akhirnya kami putuskan untuk pergi berjalan-jalan ke beberapa tempat.  Tempat yang kami kunjungi adalah Museum Geologi. Jarak dari rumah kami tepat hanya 1.0km. Salah satu museum yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun internasional, mulai dari anak-anak sekolah sampai orang dewasa yang magang kerja.  Museum, Alternatif Liburan Murah Di Bandung sudah banyak tempat wisata alternatif dan harganya terjangkau. Mulai dari kawasan Bandung Selatan sampai Bandung Timur, bahkan belakangan ada beberapa tempat wisata yang ramah anak. Di tengah kota Bandung sendiri banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi seperti taman, galeri, dan museum.  Hal yang perlu dipertimbangkan justru adalah waktu kunjungan dan jarak. Ketika mengunjungi tempat-tempat wisata di hari l...

5 Pekan Pertama Di Komunitas ODOP

Foto: Graphicriver.net Setelah sekitar lima belas tahun lebih bergelut do dunia pendidikan, saya mulai merasakan sedikit kelelahan. Setiap kegiatan dan hal yang biasa sangat digemari, berubah menjadi dangkal, hampa dan menjemukan. Suatu hari saya menyampaikan keinginan untuk mengundurkan diri kepada dua orang rekan terdekatku. Layaknya teman, mereka memintaku mempertimbangkan kembali putusanku. Membuat dan mengambil keputusan itu sangat tidak mudah sesungguhnya. Tahun 2019, semakin mantap saya membuat keputusan mengundurkan diri. Para kolega, mahasiswa, tentunya atasan, sudah mengetahuinya. Mereka tahu keputusaku sudah bulat. Sebelum pergi, kutunaikan dulu semua kewajiban dan tugasku. Jangan sampai siapapun penggantiku harus membereskan bahkan membersihkan kotoran-kotoranku. Terjadilah, 20 Februari 2020 berkas pengunduran diri sudah sampai ke sekretaris rektorat. 13 Maret 2020, saya resmi menjadi ibu rumah tangga. Menjadi Full Time Mom Setelah sekian lama bekerja, menyiapka...

Setangkai Lili Calla (Tamat)

Foto: Freepik.com Bion tampak gagah dengan setelan hitam, dan rangkaian baby breath di saku jasnya. Rambutnya disisir rapi dan kelimis. Dia bolak-balik sambil menggosokkan kedua tangannya.  Tiga orang temannya tertawa, tentu saja Bion yang menjadi bahan candaannya. Mereka pun tampil sangat rapi, tetap gagah meski ketiganya tidak menggunakan jas seperti Bion. Mereka menepuk-nepuk pundak Bion. Mereka tiba-tiba terdiam, seorang berjanggut di antara mereka menepuk pelan dada Bion dan mengisyaratkan supaya Bion berbalik. Firda berjalan diiringi kedua orang tuanya. Gaun putih panjang dengan siluet renda di bagian dada, senada dengan buket bunga lili calla di tangan Firda. Sebagian rambutnya disanggul, sebagian sengaja tergerai dan hiasan dari bunga-bunga segar melingkari sanggulnya. Lampu di kiri kanan menerangi langkahnya, sekaligus menciptakan siluet-siluet yang indah. Malam itu terasa sakral, rembulan sedang penuh dan tidak ada suara musik yang mengganggu kekhidmatan. Par...

Setangkai Lili Calla (Bag. 3)

Foto: Freepik.com "Buna, Isa mau es kim." Marissa berlari kecil dan menggelayuti ibunya. "Boleh, sedikit aja kamu masih agak pilek." Firda mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum. "Holeee, holeee. Makasih Buna." Marissa berjingkrak dan berputar-putar mengelilingi ibunya. Firda terbangun dipelukan Bion. Dia rupanya baru saja bermimpi, dia hilang kesadaran setelah bertemu Trudi. Bion mengusap pipi dan mengecup keningnya. Melihat keduanya seperti ini menjadi bukti masih ada cinta diantara mereka. " Beau , masih pusing atau sakit kepalamu?" Bion menggenggam tangan Firda dan mengelusnya dengan ibu jari. "Kepalaku terasa ringan. Aku tadi pingsan ya?" Tanya Firda setengah berbisik. "Iya, kamu kecapekan, Beau . Hari ini kita liburan yuk di tempat favorit kamu itu. Aku sudah ambil cuti buat besok?" Ujar Bion dengan lembut. "Kamu cuti, Bae ? Serius?" Firda melepaskan diri dari pelukan Bion. "Loh iya, istr...

Setangkai Lili Calla (Bag. 2)

Foto: Freepik.com Pukul 09.23 Firda terlambat lagi, kali ini hanya 23 menit. Sebuah kemajuan. Dia menoleh ke samping kiri dan kanan mobilnya, memeriksa ruang kosong untuk memarkir Citroen AMI birunya. Mobil mungil untuk Firda yang juga mungil. Sangat cocok. Sebagai seorang istri dan ibu di usianya yang awal tiga puluhan, Firda malah tampak seperti seorang siswa sekolah menengah atas. Badan mungilnya sekarang memakai pakaian casual, yang menurut Bion terlalu kekanakan, berwarna senada dengan sepatu Converse Chuck 70s ungu.   Memang kalau diperhatikan, tidak akan ada yang menyangka kalau dia sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan berusia 4 tahun. Apalagi dengan penampilannya yang berjaket bomber dipadu celana jeans flare berwarna hitam. Ditambah topi hitam milik Bion, dia benar-benar seperti seorang remaja tanggung.   Firda memarkir mobilnya tepat di samping mobil Jeep hitam Trudi. Nyalinya seketika menciut seperti seekor semut, kedua tangannya mence...

Setangkai Lili Calla (Bag. 1)

Foto: Freepik.com "Sudah Bunda bilang kan. Tiap kamu mau pipis seharusnya kamu bilang, bukan diam dan sembunyi!" "Buna, aaf..."  "Lihat itu, celana dan lantai sekarang basah. Kamu pikir membersihkan rumah seharian itu tidak melelahkan?!" Teriakannya itu diikuti dengan ayunan tangan kanan Firda ke paha kiri Marissa yang mungil. "Sakit, Buna. Sakit." Marissa menangis sejadi-jadinya.  Firda seolah ditarik oleh tali kekang tetiba duduk terjatuh memeluknya. Dia mengatur nafasnya dan menghitung dalam hati. satu, dua, tiga, empat, lima .  "Maafin Bunda ya, Mba." Suara parau Firda terdengar putus-putus, tercekat oleh rasa sakit di dada dan tenggorokan. Tubuhnya gemetar hebat, ada sensasi panas dan dingin yang sekaligus menyerang tubuhnya. Firda merasakan kedua kakinya tak bertenaga, seolah layu seketika, dia bersimpuh memeluk Marissa, gadis kecil kesayangannya. Terasa sangat berat. Kedua tangan kecil Marissa memeluk leher ibunya sam...

Demi Kearifan Lokal, Baduy Dalam Meminta Penghapusan Sinyal

Fenomena kaum urban adalah selalu menginginkan segala sesuatunya berjalan dengan cepat dan mudah. Teknologi yang makin canggih menuntut perangkat pendukung yang juga dapat berfungsi optimal. Antusiasme mereka begitu tinggi mengetahui adanya peningkatan kualitas jaringan menjadi 5G. Dengan sinyal kuat, mobilitas mereka akan bergerak lebih cepat dan efisien. Begitu memang ekspetasinya dari keberadaan teknologi informasi dan komunikasi. Sayangnya seperti sebuah pedang bermata dua, perkembangan teknologi ini pun dapat membawa dampak buruk. Mulai dari kesenjangan sosial sampai hilangnya tradisi dan kearifan lokal masyarakat. Indonesia dengan kurang lebih 360 suku bangsa memiliki budaya, tradisi dan kearifan lokal tersendiri yang membuatnya sangat unik. Indonesia juga menjadi negara kedua setelah Papua Nugini dalam jumlah bahasa yang ada, yaitu 720 bahasa. Keragaman budaya dan bahasa ini bisa musnah dengan adanya bombardir informasi dan teknologi yang terus-menerus. Langkah nyata yang perlu ...

Tak Lekang oleh Zaman, Ini 3 Novel Distopia Paling Menginspirasi

2012 lalu perfilman dunia dihebohkan oleh sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama, " The Hunger Games ". Karya Suzanne Collins bergenre distopia ini mendapatkan perhatian banyak karena mengangkat latar tempat Amerika di masa depan. Genre ini bisa dikatakan sebagai bentuk kebalikan dari Utopia, sebuah istilah yang diciptakan Thomas More dalam bukunya Utopia di tahun 1516. Sementara istilah distopia ini disebut oleh John Stuart Mill sebagai " bad place " di tahun 1868. Namun sebenarnya muncul satu abad sebelumnya oleh Lewis Henry Younge dalam karyanya Utopia: Or Apollo's Golden Days . Younge menulisnya sebagai Dustopia dan dilafalkan distopia. Genre ini mengangkat isu kontrol penuh yang totaliter dari pemerintah, korporat, dan/atau birokrat. Mereka menggunakan langkah-langkah teknis, menanamkan moral, atau alur birokrasi mempertahankan penampilan masyarakat yang sempurna dan kontrol sosial yang represif.  Dengan kata lain, distopia mengguna...