Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Read Aloud

Membaca Nyaring vs. Mendongeng: Apa Sih Bedanya dan Kenapa Penting?

Masih ingat saat-saat orang tua atau kakek-nenek kita mendongeng? Kita bahkan menghabiskan berjam-jam untuk mendengarkan ceritanya. Mulai dari kisah pengalaman mereka semasa kecil sampai dongeng yang mereka dapat dari orang tua atau kakek-neneknya. Membangkitkan kenangangan ya. Nah selain mendongeng yang sudah kita dengar sejak lama, ada satu lagi cara untuk bercerita. Namanya adalah membaca nyaring atau read aloud . Banyak pelatihan dan kegiatan yang menawarkan membaca nyaring untuk para orang tua dan pendidik. Tetapi, sebenarnya pernahkah kalian bertanya-tanya apa bedanya antara membaca nyaring dan mendongeng? Keduanya terdengar mirip ya padahal sebenarnya ada perbedaan yang cukup menarik, lho. Yuk, kita bahas bersama-sama!  Reading aloud is an important practice, even for adults. It helps us slow down, appreciate the beauty of language, and immerse ourselves in the world of the story. (Unknown) Membaca Nyaring ( Read Aloud ) Membaca nyaring adalah ketika kita membaca teks yang s...

Membaca Nyaring, upaya keluarga atasi kenakalan remaja

Sumber: Dokumen Nasional Tempo, Tempo.co Beberapa waktu lalu, Antara News melaporkan bahwa di tahun 2022 lalu setidaknya ada 323 kasus kenakalan remaja terjadi di Jakarta Selatan saja. Ini berarti angkanya masih bisa terus bertambah seiring waktu dan meluasnya data yang diperoleh. Kenakalan remaja di era ini malah terasa lebih mengarah pada tindakan kriminal.  Mereka tidak lagi sekadar membolos sekolah dan menyalip uang SPP untuk jajan, tetapi juga menggunakannya untuk membeli minuman keras, obat-obatan terlarang, berjudi, tawuran, bahkan memperkosa. Mereka masih remaja, tetapi perilakunya sudah melebihi batas usia, norma dan hukum. Di bulan Februari lalu, ada sebuah peristiwa miris di dunia pendidikan. Sebuah aksi nekat seorang pelajar SMK di Samarinda yang menantang gurunya sambil menghunus parang ketika olahraga hanya karena sang guru menegurnya. Tindakan semacam ini tentunya tidak bisa lagi dianggap wajar atau kenakalan biasa. Para peneliti menyebutkan setidaknya a...